AbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan keberagaman sastra daerah dalam bentuk cerita rakyat sebagai penunjang muatan lokal di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Tujuan praktisnya penelitian ini dapat memberikan bekal pengetahuan, keterampilan, dan kreativitas pada anak didik agar memiliki keperdulian yang memadai dalam mendokumentasikan dan melestarikan kembali sastra daerah tersebut sehingga tidak mengalami kepunahan. Masalah yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah mengemas keberagaman cerita rakyat Kutai ke arah yang lebih menarik sebagai bahan bacaan penunjang muatan lokal di Kutai Kartanegara, baik berbasis sekolah maupun komunitas tutur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, sedangkan teori yang digunakan adalah folklore. Teknik analisis deskriptif digunakan untuk menguraikan keragaman bentuk cerita rakyat di Kutai Kartanegara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Ketiga belas cerita rakyat dalam kajian ini merupakan bentuk inventarisasi dan revitalisasi sastra daerah yang ada di Kutai Kartanegara, (2) Cerita rakyat tersebut berkaitan erat dengan pengaruh sejarah Kerajaan Kutai Kartanegara Ing Martadipura baik hubungan perdagangan, penyebaran agama, ekonomi, politik, sosial, adat istiadat maupun tradisi budaya dalam bentuk sastra lisan (mitos, lengenda, dan dongeng), dan (3) Keragaman cerita rakyat tersebut dapat menjadi bahan penunjang muatan lokal agar keberadaan sastra daerah di Kutai Kartanegara dapat dipertahankan. Kata kunci: cerita, sastra, daerah, muatan, sekolah AbstractThe study aims to describe the diverse literary areas in the form of folklore as support of local payload in kutai kartanaku, east kalimantan. The practical purposes of this study can provide learners with adequate care in documenting and represerving the literature of the kutai region so as not to be wiped out. The focus of this study is to pack kutai's diverse folklore in a more interesting direction as local content reading materials in Kutai Kartanegara, both school-based and speech community. The study uses qualitative methods, while the theory used is folklore. Descriptive analysis techniques are used to describe the diversity of forms of folklore in the Kutai Kartanegara. The results of this study suggest that (1) The thirteenth of the folklore in the study was an inventory and revitalization of the regional literature of Kutai Kartanegara, (2) The folklore is closely associated with the influence of the history of the kingdom of Kutai Kartanegara Ing Martadipura, both commerce, propagation of religion, economics, politics, social, customs and cultural traditions in the form of oral literature (mythology, lengenda, and fairy tales), and (3) Kutai's folklore has a diversity and diversity of content according to the need for local stock supplies so that the presence of the kutai region's literature can be documented and reappeared before the public, mainly students and teachers. Therefore, the literature of the area is maintained. Key words: story, literature, area, charge, school
Copyrights © 2024