Mobilitas dan migrasi pekerja yang terjadi di negara-negara berkembang merupakan suatu strategi untuk memper-tahankan kelangsungan hidup rumah tangga. Fenomena baru yang kemudian muncul di perdesaan, menjadi harapan baru bagi masyarakat lapisan bawah dan menengah di perdesaan dalam menjawab tantangan hidup yang dihadapi dengan bekerja sebagai buruh migrant dan mengirim sebagian besar gajinya dalam bentuk remitansi ke desa asal. Studi ini mencoba untuk memotret persoalan- persoalan sekitar pekerja migran dan sekaligus memformulasikan model solusi strategis bagi penangan masalah tersebut terutama yang terkait dengan fungsi dasar keluarga sebagai dampak migrasi para buruh migrant. Studi ini menggunakan pendekatan Rapid Assessment Procedure (RAP) yaitu teknik pengumpulan data kualitatif untuk tujuan-tujuan praktis bagi pengambilan keputusan intervensi atau perbaikan program melalui pencarian informasi secara cepat. Temuan awal studi menunjukkan bahwa fenomena migrasi Internasional berimplikasi pada perubahan struktur keluarga akibat dari tidak adanya ‘suami atau istri’ selaku penanggungjawab urusan keluarga maupun ‘ayah atau ibu’ untuk anak-anak. Ketidakhadiran ‘isteri’ sebagai pendamping suami dan ‘ibu’ bagi anak-anak untuk jangka waktu cukup lama akan berdampak pada terganggunya pembagian peran dalam pelaksanaan fungsi-fungsi keluarga. Kondisi seperti ini akan menghambat terwujudnya keluarga berkualitas dan mengancam ketahanan keluarga dalam jangka panjang.
Copyrights © 2024