Abstract--In the last decade, distribution system has been changed because the presence of distributed generation (DG). The presence of DG will alter the power flow and the distribution system can no longer be considered as a system with unidirectional power flow so the DG will impact the voltage and the reactive power control. Therefore, the available voltage control devices need to be coordinated with DG to ensure that the distribution system will not lose the proper voltage regulation. This paper will discuss a study to investigate how the presence of DG in the distribution system will affect an on load tap changer (OLTC) to control voltage, in order to keep the voltage within the acceptable range. The studies were carried out in the main feeder of Tarutung Substation 150/20 kV PT PLN (Persero) which is connected to PLTMH HUTARAJA. The evaluation is conducted by using computer simulation. The results shows that distribution system without DG connection requires OLTC regulation on tap 4 (159.4 kV) or 5 steps meanwhile DG connection causes OLTC regulation on tap 7 (153.8 kV) or 2 steps. Keyword: distributed generation, on-load tap changer, power flow, active  power, voltage drop. IntisariâDalam beberapa dekade belakangan sistem distribusi telah mengalami perubahan akibat kehadiran distributed generation (DG). Kehadiran DG akan merubah arah aliran daya menjadi tidak satu arah (uniflow) lagi sehingga akan mempengaruhi pengaturan tegangan dan daya reaktif pada sistem distribusi. Oleh karena itu peralatan pengatur tegangan yang tersedia perlu dikoordinasikan dengan DG agar sistem distribusi tetap memperoleh pengaturan tegangan yang baik. Tulisan ini akan memaparkan suatu studi untuk memeriksa bagaimana kehadiran DG pada sistem distribusi dapat mempengaruhi pengaturan tegangan yang dilakukan oleh  On Load Tap Changer (OLTC) guna memperoleh tegangan pada semua titik pada penyulang berada dalam batas yang diizinkan. Studi akan dilakukan pada suatu penyulang utama dari gardu induk 150/20 kV PT PLN (Persero) Tarutung yang terhubung dengan PLTM HUTARAJA, melalui simulasi dengan bantuan program komputer. Hasil studi menunjukkan bahwa pada saat penyulang belum terhubung dengan DG dibutuhkan pengaturan OLTC pada tap 4 (159,4 kV) atau sebanyak 5 step, sedangkan ketika penyulang terhubung dengan DG hanya dibutuhkan pengaturan tap menjadi tap 7 (153,8 kV) atau sebanyak 2 step. Kata Kunci: distributed generation, on-load tap changer, aliran daya, daya aktif, jatuh tegangan
Copyrights © 2015