Analisis palinomorf menjadi esensial dalam penelitian ini untuk menentukan umur relatif dan karakteristik lingkungan pengendapan suatu daerah. Metode ini memberikan wawasan mendalam terkait sejarah geologi dan evolusi lingkungan, dengan memfokuskan pada identifikasi spesies palinomorf seperti serbuk sari dan spora. Hasil analisis palinomorf memberikan landasan yang kuat untuk rekonstruksi lingkungan masa lalu berdasarkan karakteristik ekologi dan asosiasi tumbuhan.Oleh karena itu beberapa sampel batuan akan dianalisis untuk mengetahui kandungan fosilnya.Akan ada 2 sampel batuan yang dianalisis yakni sampel formasi Sangkarewang (lempung karbonan) dan formasi Ombilin (batupasir halus). Dari kedua sampel yang diteliti (dengan nomor stasiun STPO-4.1 dan STP-10.13), ditemukan 59 jenis palinomorf. Analisis terhadap jenis mikrofosil tersebut memberikan hasil yang mendukung. Umur relatif formasi Sangkarewang yang diperoleh dari data palinomorf berkisar antara Eosen Akhir dan Lingkungan pengendapan yang diperoleh yakni dominan lingkungan pengendapan danau, Umur relatif formasi Ombilin yang diperoleh dari data palinomorf berkisar antara Eosen Tengah - Kuarter dan lingkungan pengendapan yang diperoleh yakni dominasi lingkungan pengendapan air tawar. Informasi dari data palinomorf dapat mengindikasikan bahwa di lokasi penelitian telah terjadi proses pengaruh pengendapan lainnya selama periode geologi tersebut.Kata kunci: Palinomorf, Lempung karbonan, batupasir halus, umur, lingkungan pengendapan
Copyrights © 2024