Lokasi penelitian termasuk dalam formasi Rajamandala. Satuan batugamping formasi Rajamandala dominan mengandung fosil foraminifera bentonik besar. Foraminifera bentonik besar merupakan foraminifera bentonik dengan interior cangkang yang rumit. Penelitian dilakukan dengan menganalisis empat sampel sayatan batuan, dari core kedalaman 55-56 meter, 56-57 meter, 58-59 meter, dan 59-60 meter. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui kandungan fosil foraminifera bentonik besar serta menentukan umur relatif batuan pada formasi Rajamandala. Observasi pada sampel dilakukan dengan mikroskop polarisasi Olympus Zeiss Primostar. Berdasarkan hasil observasi ditemukan adanya beberapa genus foraminifera bentonik besar yaitu Spiroclypeus, Operculina, Heterostegina, dan Lepidocyclina. Fosil foraminifera bentonik besar tersebut memberikan informasi bahwa formasi Rajamandala memiliki umur yang berkisar antara Oligosen Tengah hingga Miosen Awal.Kata Kunci: Foraminifera Bentonik Besar, Mikropaleontologi, Rajamandala, Umur Relatif.
Copyrights © 2023