Geoscience Journal
Vol 8, No 1 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal

HUBUNGAN BATUAN INDUK TERHADAP KADAR ALUMINA PADA PROSPEK X KECAMATAN NANGA TAYAP, KETAPANG, KALIMANTAN BARAT

Kemala Wijayanti, Hamdanillah, Rusdi Purnomo, Nurlela, Kurnia Arfiansyah, (Unknown)



Article Info

Publish Date
13 Aug 2024

Abstract

Prospek X berada di Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat. Prospek ini terletak di wilayah sabuk laterit sehingga keberadaan bauksit pada daerah tersebut memiliki penyebaran yang luas dan kadar alumina yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi geologi dan hubungan batuan induk terhadap kualitas kadar alumina endapan bauksit. Metode penelitian yang digunakan meliputi pemetaan geologi, analisis petrologi, analisis petrografi, dan data sekunder berupa hasil analisis XRF (X-Ray Fluorosence) endapan bauksit. Berdasarkan aspek geomorfologinya, daerah penelitian dibagi menjadi tiga unit geomorfologi, yaitu dataran denudasional, perbukitan rendah bergelombang denudasional, dan perbukitan denudasional, dengan dua pola pengaliran sungai, yaitu dendritik dan rektangular. Daerah penelitian diklasifikasikan menjadi lima unit batuan berdasarkan litostratigrafi, yaitu satuan batuan metasedimen, andesit, monzonit, trakhitik andesit, dan porfiri andesit. Karakteristik endapan bauksit dibagi menjadi tiga tipe, yaitu endapan bauksit andesit, porfiri andesit, dan trakhitik andesit. Pada bauksit batuan induk andesit rata-rata kadar Al2O3 48,76%, nilai kadar terendah 31,45%, nilai kadar tertinggi 55,89%, dan didominasi pada range 45-52%. Bauksit batuan induk andesit termasuk ke dalam low – high grade bauxite dengan tingkat laterisasi kuat. Pada bauksit batuan induk porfiri andesit rata-rata kadar Al2O3 48,74%, nilai kadar terendah 39,65%, nilai kadar tertinggi 56,19%, dan didominasi pada range 45-51%. Bauksit batuan induk porfiri andesit termasuk ke dalam low – high grade bauxite dengan tingkat laterisasi kuat. Pada bauksit batuan induk trakhitik andesit rata-rata kadar Al2O3 50,40%, nilai kadar terendah 35,27%, nilai kadar tertinggi 58,37%, dan didominasi pada range 48-52%. Bauksit batuan induk trakhitik andesit termasuk ke dalam medium – high grade bauxite dengan tingkat laterisasi kuat. Sehingga, nilai endapan bauksit trakhitik andesit memiliki kadar Al2O3 lebih tinggi dibandingkan andesit dan porfiri andesit.Kata Kunci: Geologi, Bauksit, Batuan Induk, Kadar Al2O3, Nanga Tayap

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

geoscience

Publisher

Subject

Earth & Planetary Sciences

Description

Padjadjaran Geoscience Journal adalah suatu jurnal Geologi berskala nasional yang mencakup berbagai pokok persoalan dalam kajian ilmu Geologi. Bidang kajian dalam jurnal ini meliputi Geologi Dinami,Geofisika, Geokimia dan Geothermal, Geomorfologi dan Penginderaan Jauh, Paleontologi, Petrologi dan ...