PDAM Kabupaten Banjarnegara pada tahun 2019 baru mampu mencapai 14,12% cakupan pelayanan dari total 923.192 populasi. Sehingga untuk meningkatkan pelayanan penulis akan merencanakan jaringan pipa distribusi air bersih dengan menghitung proyeksi penduduk sampai 5 tahun kedepan untuk mengetahui kebutuhan air, merencanakan jaringan pipa distrbusi beserta analisa sistem hidrolis hasil perencanaan. Perhitungan proyeksi penduduk dengan beberapa metode dilakukan dari data sekunder yang didapat dari BPS Banjarnegara untuk dapat mengetahui kebutuhan air di setiap jaringan. Teknik observasi, studi literatur, praktik kerja lapangan, dan wawancara dianalisis menggunakan program Epanet 2.0 sebagai simulator rencana jaringan pipa distribusi. Simulasi program Epanet 2.0 digunakan untuk menganalisis sistem hidrolis pada suatu jaringan. Hasil dari simulasi program Epanet 2.0 pada perencanaan jaringan pipa distribusi air bersih di Desa Singamerta, menghasilkan : tekanan tertinggi pada jam puncak pada node29 yaitu 47,71 mka, dan tekanan terendah pada node35 yaitu 28,98 mka, sehingga tekanan telah memenuhi kriteria yaitu 10 mka. Untuk kecepatan aliran terdapat beberapa pipa yang tidak memenuhi kriteria (0,3-3,0 m/s) dengan kecepatan terendah pada Pipa45 dengan kecepatan hanya mencapai 0,03 m/s.
Copyrights © 2023