Penelitian ini bertujuan untuk menafsirkan karya busana rancangan Viktor Horsting dan Rolf Snoeren dalam perspektif hermeneutika Derrida. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, karena objek yang dittliti merupakan karya busana rancangan Viktor Horsting dan Rolf Snoeren sebagai ciptaan manusia dan dianalisis dengan teori dekontruksi milik Derrida. Analisis data yang digunakan menggunakan pendekatan hermeneutika dialektis. Hermeneutik Derrida dalam perspektif dekonstruksi, berupaya membaca dan memahami teks atau realita secara seimbang dan setara untuk menghasilkan pemahaman dan pemaknaan yang seimbang dan setara juga, tetapi sekaligus apa yang seimbang dan setara ini akan terus menerus didekonstruksi sehingga pemahaman dan maknanya terus menerus bertransformasi untuk menjawab konteks. Kesimpulan yang dapat ditarik yaitu Penampilan karya busana avant garde yang bersifat dramatis dan hiperrealistis, orisinil, unik dan membuat mind blowing serta membangkitkan rasa surealisme yang abstrak berupa dekontruksi busana secara structural. Bentuk nya yang nyeleneh dan tidak biasa membuat busana berjenis avant-garde ini tidak memiliki daya pakai dan hanya bisa dikenakan pada panggung pertunjukkan saja.
Copyrights © 2024