Jurnal Da Moda
Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Da Moda Mei 2024

PAKAIAN PENGHULU SUKU TANJUNG DI NAGARI LIMAU MANIH KOTA PADANG




Article Info

Publish Date
23 May 2024

Abstract

The background of this study is the cultural diversity in Minangkabau. Currently, headman clothes are not well understood by the community, especially the young generation, who is the successor of Mingkabau culture, one of which is regarding the shape and meaning contained in headman clothes. This study aims to describe the shape and meaning contained in headman clothes. The method used in this study was a qualitative descriptive method. The data collection techniques were observations, interviews, and documentation. Data used were primary data, including the shape and meaning of headman clothes, and secondary data including books, journals, and references related to the study. The instrument of the study was the researcher herself. The data analysis techniques in collecting data were data reduction, data presentation, and drawing conclusions. For the validity of data, data were obtained by triangulation. The results of the study showed that Haeadman clothes in Nagari Limau Manih are black shirts with wide sleeves, wide necks, and no buttons, and black trousers with wide legs and no pockets. Saluak, sisampiang, shawl, and cawek are made from songket cloth, which is a typical Minangkabau cloth. The headman wears accessories in the form of keris, cawek, and stick. (2) Meaning reflects the personal behavior of the headman and becomes a source of pride for the local community, which can be seen from their clothing. Penelitian ini dilatar belakangi dengan keberagaman kebudayaan di Minangkabau. Pakaian Penghulu pada saat ini kurang dipahami oleh masyarakat khususnya generasi muda yang merupakan penerus dari budaya Minangkabau salah satunya tentang bentuk dan makna yang terkandung dalam pakaian Penghulu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan makna yang terkandung dalam pakaian penghulu di Nagari Limau manih Kota Padang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang digunakan adalah data primer meliputi bentuk, dan makna pakaian adat Penghulu di Nagari Limau Manih Kota Padang.dan sekunder meliputi buku, jurnal atau referensi yang berkaitan dengan penelitian. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri. Teknik analisis data yang dilakukan dalam pengumpulan data yaitu dengan model reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk keabsahan data diperoleh melalui triangulasi. Hasil penelitian yang ditemukan yaitu (1) Pakaian penghulu di Nagari Limau manih memiliki bentuk baju hitam yang memiliki lengan lebar, bagian lehernya lebar dan tidak menggunakan kancing. celana hitam yang pada ujung kakinya lebar dan tidak menggunakan saku. Saluak,sisampiang, selendang dan cawek yang terbuat dari kain songket yang merupakan kain khas Minangkabau. Menggunakan aksesesoris berupa keris, cawek dan tongkat. (2) Makna yang mencerminkan tingkah laku pribadi seorang penghulu dan menjadi kebanggaan identitas bagi masyarakat setempat yang dapat dilihat dari bentuk busananya.

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

damoda

Publisher

Subject

Arts

Description

Ruang lingkup artikel dalam Jurnal Da Moda meliputi ontology ilmiah, epistemology dan aksioma Desain Mode (DM), yang meliputi: (a) semiotika visual, (b) ikonografi, (c) ilustrasi, (d) (e) fotografi, (f) Tata Busana (g) Desain Fashion, (h) strategi branding, (i) Fashion Jurnalis, (j) Fashion produt, ...