IKONIK : Jurnal Seni dan Desain
Vol. 6 No. 02 (2024): JULI 2024

Representasi Budaya Keraton Yogyakarta dalam Patung “Bedhaya Kinjeng Wesi " Karya Ichwan Noor

Jessica Permata Sari (Institut Seni Indonesia, Yogyakarta)
Itsnaini Rahmadilla (Institut Seni Indonesia,Yogyakarta)
Muh. Rain Rosidi (Institut Seni Indonesia, Yogyakarta)



Article Info

Publish Date
30 Jul 2024

Abstract

  Artikel ini membahas representasi budaya Keraton Yogyakarta yang diwujudkan dalam patung “Bedhaya Kinjeng Wesi “ oleh seniman  Ichwan  noor.  Karya  ini  mengeksplorasi  tarian Bedhaya Semang Yogyakarta sebagai sumber ide penciptaan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan pendekatan analisis bersifat induktif. patung “Bedhaya Kinjeng Wesi “ oleh seniman  Ichwan  Noor.  Karya  ini  mengeksplorasi  tarian Bedhaya Semang Yogyakarta sebagai sumber ide penciptaan. Karya patung Bedhaya Kinjeng Wesi memberikan unsur sentuhan budaya Keraton Yogyakarta  dan mengaplikasikan unsur estetika dengan memenuhi tiga aspek mendasar dalam karya seni, yakni: Wujud (rupa), Bobot (isi), dan Penampilan (penyajian). Selain itu juga menerapkan prinsip-prinsip seni rupa yakni penggunaan garis, bidang, warna, bentuk dan lainnya yang dikomposisikan dengan baik.Karya patung Bedhaya Kinjeng Wesi dimaknai sebagai bidadari yang turun ke bumi simbolisasi gerakan pesawat terbang.  Visualisasi gerakan tari Bedhaya Kinjeng Wesi memperlihatkan puluhan bidadari atau penari berwarna perak luwes menari sebagai wujud sambutan hangat dari Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukan bahwa  Karya patung Bedhaya Kinjeng Wesi  menyajikan bentuk penari dengan bagian tubuh  yang  berbeda-beda sebagai  bentuk  futurisme untuk  menunjukkan gerak simultan di dalam karya. Selain itu, sayap-sayap pada penari mempresentasikan bentuk capung atau kinjeng sekedar aksentuasi dari kinjeng wesi yang diartikan serangga yang bisa terbang. Karya menunjukkan bagaimana pesawat udara menjadi bagian dari konsep karya seolah-olah pesawat itu adalah capung yang terbuat dari logam yang bisa melayang atau terbang sehingga ditambahkan objek sayap sebagai simbol dari kinjeng.    

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

ikonik

Publisher

Subject

Arts

Description

Jurnal IKONIK memuat semua tulisan yang berobyek materi di bidang Seni Pertunjukan, Seni Rupa dan Desain, yang meliputi topik berikut: Musik, Tari, Teater, Sejarah Desain, Sejarah Seni, Budaya Visual, Metodologi Desain, Proses Desain, Wacana Desain, Desain dan Budaya, Sosiologi Desain, Manajemen ...