Penelitian ini membahas tentang perbandingan kinerja struktur terhadap respons seismik antara metode Sistem Rangka Pemikul Momen Biasa (SRPMB) dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM) pada bangunan pendidikan 7 lantai di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Metode penelitian menggunakan teknik pengumpulan data primer dan sekunder serta permodelan 3D dengan software SAP2000. Analisis meliputi analisis statik ekuivalen dan analisis dinamik respon spektrum, dengan memperhitungkan pembebanan sesuai dengan standar SNI. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa gedung dengan metode SRPMM memiliki berat bangunan lebih ringan dibandingkan dengan SRPMB, namun gaya geser dasar pada SRPMM lebih rendah dari SRPMB. Hal ini disebabkan oleh nilai koefisien modifikasi respons dan faktor pembesaran simpangan lateral yang berbeda antara kedua metode. Dalam hal pergerakan lateral, gedung dengan metode SRPMM menunjukkan simpangan yang lebih besar daripada SRPMB. Hal ini disebabkan oleh faktor pembesaran simpangan lateral yang lebih tinggi pada SRPMM. Meskipun demikian, keduanya masih memenuhi persyaratan kestabilan struktur yang ditetapkan dalam SNI 1726:2019. Dengan demikian, dalam memilih metode sistem rangka pemikul momen untuk bangunan gedung, perlu dipertimbangkan aspek-aspek seperti berat bangunan, gaya geser dasar, dan simpangan lateral. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang perbandingan kinerja antara SRPMB dan SRPMM, yang dapat menjadi pedoman dalam proses perencanaan dan desain struktur bangunan gedung di daerah dengan risiko gempa yang tinggi seperti Indonesia.
Copyrights © 2024