Salah satu faktor penyebab kurangnya rasa percaya diri kader dalam memberikan penyuluhan kesehatan saat Posbindu adalah belum optimalnya informasi atau pengetahuan yang dimiliki kader. Tujuan studi kasus ini adalah untuk mengetahui gambaran efektivitas kegiatan penyuluhan teknik komunikasi dan penyuluhan tentang hipertensi pada kader Posyandu Lansia. Lima kader posyandu di desa terpilih dilibatkan dalam studi ini. Intervensi dilakukan dengan memberikan edukasi tentang hipertensi dan simulasi terkait teknik komunikasi efektif. Kegiatan dimulai dengan pre-test, kemudian pemberian edukasi terkait hipertensi, dan dilanjutkan dengan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan proporsi jumlah kader dalam kategori baik untuk tingkat pengetahuan tentang penyakit hipertensi (dari 40% menjadi 100%) dan kemampuan teknik komunikasi (dari 15% menjadi 75%) setelah intervensi dilakukan. Kesimpulan yang diperoleh adalah edukasi dan simulasi dapat meningkatkan pengetahun dan ketrampilan kader Posyandu Lansia. Diharapkan kepada pihak puskesmas dan terkait lainnya dapat mempertimbangkan penggunaan teknik pendidikan dalam upaya peningkatan pengetahuan dan skill kader kesehatan.
Copyrights © 2024