Sindrom piriformis merupakan neuropati perifer yang mengkompresi muskulus piriformis pada nervus iskiadikus serta mengiritasi saraf sciatic sehingga mengakibatkan rasa sakit, kesemutan, dan mati rasa di sepanjang saraf skiatik dan di bokong. Tujuan penelitian ini adalah memberikan gambaran penerapan terapi kompres hangat dan relaksasi nafas dalam terhadap pasien sindrom piriformis dengan ketidaknyamanan nyeri di RSUD Prof Dr Margono Soekarjo. Subjek penelitian ini adalah Nn. A yakni pasien dengan sindrom piriformis yang mengalami nyeri pada punggung dan mati rasa pada tungkai kanan atas dan bawah. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan pada kasus yang dialami pasien melalui proses keperawatan selama tiga hari dimana perolehan data didapatkan dari hasil wawancara dan observasi langsung kepada pasien serta studi dokumentasi. Evaluasi dilakukan menggunakan Standar Luaran Keperawatan Indonesia dan Numerical Rating Scale (NRS) dimana kondisi pasien dinilai setelah dilakukan intervensi. Hasil pada penelitian ini adalah terdapat penurunan skala nyeri pasien dengan sindrom piriformis setelah tiga hari pemberian terapi kompres hangat dan terapi relaksasi nafas dalam dari skala 7 menjadi skala 1. Berdasarkan hasil evaluasi dari studi kasus yang dilakukan peneliti menunjukan bahwa terapi kopres hangat dan terapi relaksasi nafas dalam dapat membantu menurunkan nyeri akut pada pasien dengan sindrom piriformis.
Copyrights © 2024