Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit yang ditandai dengan kenaikan kadar gula darah (hyperglcemia), kronik yang dapat menyerang banyak orang dari semua lapisan masyarakat. Ulkus diabetikum adalah luka di jaringan kulit yang dialami oleh penderita diabetes mellitus pada area kaki dengan kondisi luka mulai dari luka superficial, nekrosis kulit, sampai luka dengan ketebalan penuh, yang dapat meluas ke jaringan lain seperti tendon, tulang dan persendian, jika ulkus dibiarkan tanpa penatalaksanaan yang baik akan mengakibatkan infeksi atau gangren. Tujuan penelitian untuk mengetahui Hubungan Tingkat Pengetahuan Diabetes Melitus Terhadap Metode Pencegahan Terjadinya Ulkus Diabetikum Masyarakat di Desa Jombong, Boyolali. Merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan proposive sampling pengamblan sampel dengan cara total sampling, dengan total 73 responden. Hasil: Menunjukan bahwa penderita diabetes mellitus mayoritas 30 (41%) responden dengan pengetahuan cukup, metode pencegahan yang dimiliki mayoritas 34 (47%) responden dengan metode pencegahan ulkus cukup, mayoritas penderita DM berusia 55-60 tahun dengan jumlah 39 (53%) responden. Terdapat hubunga signifikan tingkat pengetahuan diabetes mellitus terhadap metode pencegahan ulkus diabetikum di Desa Jombong Cepogo Boyolali dengan hasil p-value = 0,001.
Copyrights © 2025