Perubahan fisiologis pada lansia dapat memengaruhi respon pengobatan, sehingga berpotensi muncul efek samping dari penggunaan obat. Dalam hal ini, obat antikolinergik diketahui berdampak pada fungsi kognitif, terutama pada pasien lansia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui korelasi tingkat beban antikolinergik terhadap status fungsi kognitif pada pasien lansia yang menjalani perawatan rawat jalan. Penelitian ini merupakan studi deskriptif non-eksperimental dengan metode cross sectional pada pasien lansia (≥60 tahun) yang menjalani perawatan di Poliklinik Rawat Jalan Penyakit Dalam dan Geriatri RSUP Dr. Sardjito Data profil pasien dan profil penggunaan obat didapatkan dari wawancara dan pengambilan data rekam medis. Penentuan tingkat beban obat antikolinergik menggunakan Anticholinergic Drugs Scale (ADS) dan penentuan status fungsi kognitif menggunakan Mini-Mental State Examination (MMSE). Korelasi antara variabel bebas (variabel utama dan variabel perancu) dengan variable terikat (status fungsi kognitif) didapatkan dengan menggunakan analisis multivariat regresi linier. Prevalensi penggunaan antikolinergik dari 102 pasien adalah 56,9% (n=58). Hasil regresi linier multivariat menunjukkan bahwa tingkat beban antikolinergik memiliki hubungan signifikan terhadap status fungsi kognitif pasien (p < 0,005; p = 0,013) dengan nilai R = -0,226 (95% Confidence Interval, CI: -0,968 - (- 0,118)). Peningkatan beban antikolinergik memiliki korelasi yang signifikan dengan status fungsi kognitif pada pasien lansia.
Copyrights © 2024