Bandung Conference Series: Economics Studies
Vol. 4 No. 2 (2024): Special Issue: Perguruan Tinggi Mandiri Gotong Royong Membangun Desa (PTMGRMD)

Peran Tim KKN dan Perguruan Tinggi dalam Memetakan Kondisi dan Tantangan Kemiskinan untuk Memajukan Perekonomian Desa Melalui One Village One Product di Desa Cimara

Agus Subagyo (Universitas Jenderal Achmad Yani Cimahi)



Article Info

Publish Date
10 Mar 2024

Abstract

Abstract. The role of the Community Service Program (KKN) team and universities in mapping the conditions and challenges of poverty in Cimara Village, Sumedang Regency, is to advance the village economy through the concept of One Village One Product (OVOP). The OVOP concept aims to develop regional superior products. The method used is descriptive with a Convergent Parallel Design approach, which is the collection of quantitative and qualitative data simultaneously. Data were collected through observation, interviews, questionnaires, and documentation. The results showed that the challenges of poverty in Cimara Village include educational, mental/motivational, global influence, and demographic factors. The KKN team plays a role in identifying the village's superior products, product development, marketing area development, promotion, and community digital literacy. The flagship product developed was WB Collection accessories, which involved 44 community members, mostly women. Break Event Point analysis showed that by selling 1,000 brooches per month at a price of IDR 10,000 per pack, the profit that can be obtained is IDR 5,091,300. The KKN team and the university played a role in mapping the conditions and challenges of village poverty, and advancing the village economy through the development of regional superior products with the OVOP concept. This effort is able to empower the community, especially women, and provide economic benefits. Abstrak. Peran Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan perguruan tinggi dalam memetakan kondisi dan tantangan kemiskinan di Desa Cimara, Kabupaten Sumedang, untuk memajukan perekonomian desa melalui konsep One Village One Product (OVOP). Konsep OVOP bertujuan mengembangkan produk unggulan daerah. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan Convergent Parallel Design, yaitu pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif secara bersamaan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan kemiskinan di Desa Cimara meliputi faktor pendidikan, mental/motivasi, pengaruh global, dan demografi. Tim KKN berperan dalam mengidentifikasi produk unggulan desa, pengembangan produk, pengembangan wilayah pemasaran, promosi, dan literasi digital masyarakat. Produk unggulan yang dikembangkan adalah aksesoris WB Collection, yang melibatkan 44 orang masyarakat, sebagian besar perempuan. Analisis Break Event Point menunjukkan bahwa dengan menjual 1.000 buah bros per bulan dengan harga Rp. 10.000 per bungkus, keuntungan yang dapat diperoleh adalah Rp. 5.091.300. Tim KKN dan perguruan tinggi berperan dalam memetakan kondisi dan tantangan kemiskinan desa, serta memajukan perekonomian desa melalui pengembangan produk unggulan daerah dengan konsep OVOP. Upaya ini mampu memberdayakan masyarakat, khususnya perempuan, dan memberikan keuntungan ekonomi.

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

BCSES

Publisher

Subject

Economics, Econometrics & Finance

Description

Bandung Conference Series Economic Studies (BCSES) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Ilmu Ekonomi dan Bisnis dengan ruang lingkup Amanah, Antisipasi Bencana, Bank Umum Syariah, Belanja Daerah, Pengangguran, BMT, BOPO, BPRS, CAR, Data ...