Abstract. The development of the West Java Creative Market aims to enhance economic progress and welfare in West Java, particularly in Cibeunying Kaler District. However, challenges such as business establishment difficulties, congestion, noise pollution, and displaced traders have arisen. This study seeks to assess the community's readiness for this development and identify key factors influencing their preparedness. Using a mixed-methods approach, the research employs both quantitative and qualitative methods to gather data. Quantitative data is collected through questionnaires distributed via Google Forms, while qualitative insights are obtained through in-depth interviews with informants. The sample comprises 100 respondents and 3 informants, selected using the Slovin formula and purposive sampling techniques. The analysis reveals that community readiness is evaluated across five dimensions: Community Knowledge (205), Leadership (213), Community Climate (137), Community Knowledge Related to Issues (222), and Resources (228). Among these, the Resource dimension is identified as the most dominant factor impacting the community's readiness. This indicates that addressing resource-related challenges will be crucial for the successful implementation of the West Java Creative Market and the overall improvement of local economic and social conditions. Abstrak. Perencanaan pembangunan di Provinsi Jawa Barat memprioritaskan kemajuan ekonomi berbasis inovasi dengan membangun Pasar Kreatif Jawa Barat sebagai pusat industri kreatif. Pasar ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi maksimal tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, masyarakat Kecamatan Cibeunying Kaler, Kota Bandung menghadapi tantangan dalam menjadi pelaku usaha, serta masalah kemacetan, polusi suara, dan pedagang tergusur. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tingkat kesiapan masyarakat Cibeunying Kaler dan menentukan faktor dominan yang mempengaruhi kesiapan tersebut.Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran (mixed method) yang mencakup metode kuantitatif dan kualitatif. Metode kuantitatif dilakukan dengan menyebarkan kuesioner melalui Google Forms untuk mengukur tahapan kesiapan masyarakat. Metode kualitatif dilakukan dengan wawancara mendalam untuk memperdalam pemahaman dari hasil kuesioner. Pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin dan teknik purposive sampling, dengan total 100 responden dan 3 informan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kesiapan masyarakat Cibeunying Kaler dievaluasi berdasarkan lima dimensi: Pengetahuan Masyarakat (205), Kepemimpinan (213), Iklim Masyarakat (137), Pengetahuan terkait isu (222), dan Sumber Daya (228). Dimensi Sumber Daya menjadi faktor dominan yang mempengaruhi kesiapan masyarakat. Ini mengindikasikan bahwa fokus pada pengelolaan dan penguatan sumber daya akan krusial untuk mendukung keberhasilan pembangunan Pasar Kreatif Jawa Barat serta meningkatkan kesejahteraan lokal.
Copyrights © 2024