Penelitian ini menggali krisis yang timbul antara SM Entertainment dan member EXO CBX terkait tuntutan kontrak eksklusif yang dianggap tidak adil, menciptakan ketidakpastian di antara penggemar dan merusak reputasi perusahaan serta industri hiburan Korea Selatan secara keseluruhan. Penelitian ini menerapkan pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunakan model analisis Framing Robert N. Entman dan membahasnya dengan Teori Image Restoration William L. Benoit. Data dikumpulkan dari judul berita di Media Online Naver, dengan data primer dari berita online dan data sekunder dari literatur ilmiah. Hasil penelitian menyoroti strategi komunikasi krisis yang diterapkan oleh SM Entertainment dan anggota EXO CBX, termasuk penyangkalan, pembenaran, tindakan perbaikan, dan permintaan maaf. Media Online Naver berperan kunci dalam membentuk naratif seputar konflik ini, dengan dampak yang meluas hingga ke nilai saham perusahaan dan reputasi industri hiburan.
Copyrights © 2024