Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan estetika pertunjukan Tari Lancang Kocik yang merupakan warisan budaya masyarakat Suku Sakai di Kelurahan Pematang Pudu, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis untuk menggambarkan dan menganalisis bentuk, gerakan, serta nilai-nilai yang terkandung dalam tarian tersebut. Landasan teoretis yang digunakan meliputi teori estetika oleh Jacob Sumardjo dan Deni Junaedi serta teori bentuk oleh Y. Sumandiyo Hadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Lancang Kocik terinspirasi dari kehidupan sehari-hari masyarakat Sakai yang menggunakan perahu sebagai media berburu ikan dan alat transportasi untuk pindah tempat tinggal. Estetika tari ini diungkapkan melalui tiga elemen dasar: objek estetis, subjek estetis, dan nilai estetis, yang tercermin dalam gerak, musik, kostum, dan properti tari. Nilai estetis ini juga mencerminkan hubungan erat masyarakat dengan lingkungan alam sekitar. Tari ini menjadi simbol identitas budaya yang masih dipertahankan hingga kini
Copyrights © 2023