Indonesia merupakan negara multikultur yang terdapat berbagai macam suku, agama, budaya dan adat istiadat. Masing-masing suku tersebut sampai saat ini masih mempertahankan keaslian adat istiadat, tradisi dan kebudayaannya. Salah satu sub suku yang memiliki banyak tradisi yakni Suku Dayak Kanayatn tersebar di beberapa daerah yang ada di Provinsi Kalimantan Barat khususnya di Desa Punggur Kapuas Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya. Masyarakat dayak kanayatn memiliki cara tersendiri dalam melaksanakan tradisi dan budaya mereka, mereka mempunyai makna dan simbol yang digunakan dalam tindakan dan interaksi berdasarkan penafsiran mereka terhadap situasi. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan simbol nonverbal dan nilai budaya pada tradisi naik dango. Data dalam penelitian ini adalah bentuk simbol dan bentuk makna dari alat atau benda yang digunakan pada tradisi naik dango serta nilai budaya dalam tradisi naik dango. Data dikumpulkan melalui dua metode metode deskriptif dengan bentuk penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, teknik wawancara, dan teknik studi dokumenter. Alat pengumpulan data menggunakan panduan observasi, panduan wawancara, dan dokumentasi. Teknik pemeriksa keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teori. Teori analisis data menggunakan analisis data model interaktif. Pendekatan yang digunakan ialah pendekatan semiotik. Simpulan dari penelitian mengenai simbol nonverbal yakni bentuk simbol yang berupa benda, fauna dan flora. Makna simbolnya berupa makna denotasi dan makna konotasi. Lalu, aspek-aspek dari nilai budaya yang berupa (1) kesejahteraan, (2) gotong-royong, (3) pengelolaan gender, (4) pelestarian dan kreativitas budaya, (5) pikiran positif, dan (rasa syukur).
Copyrights © 2023