Artikel ini bertujuan untuk menggali apa yang harus dilakukan oleh para cendekiawan Muslim di Indonesia, mulai dari mana, kemasan kajian Al-Quran seperti apa yang harus disesuaikan dengan tantangan zaman saat ini. Artikel ini mengulas karya-karya ilmiah mengenai temuan-temuan terbaru terkait tantangan akibat disrupsi digital sebagai landasan argumentasinya. Kemudian dilanjutkan dengan menganalisis sumber‘ulūm al-qur’ān dengan menggunakan metode intertekstualitas dan beberapa saran lebih lanjut. Penelitian terkini terkait kajian Al-Qur'an harus melakukan transformasi diri. Ada tiga langkah simultan yang perlu dilakukan: digitalisasi teks sumber kajian Al-Qur'an, pengumpulan seluruh penelitian terkini terkait Ulumul Quran, dan pendalaman filsafat ilmu di bidang Ulumul Qur'an. Ketiga upaya tersebut memerlukan masukan dari tiga pihak: lembaga yang mempunyai kewenangan untuk menciptakan lingkungan akademik yang mendukung, tradisi penelitian dan kegiatan ilmiah yang koheren, dan jumlah ilmuwan Al-Quran yang terlibat aktif sebagai aktor dan agen perubahan yang lebih baik. Ketiga komponen tersebut tumbuh dan berkembang secara bersamaan dalam sejarah peradaban keilmuan Islam. Tanpa ketiga komponen tersebut berkembang secara bersamaan, peradaban ilmu pengetahuan Islam tidak akan mencapai potensi maksimalnya.
Copyrights © 2023