Penelitian ini mengkaji normalisasi hubungan diplomatik antara UniEmirat Arab (UEA) dan Israel melalui Abraham Accords pada tahun 2020,yang mengakhiri tindakan boikot UEA terhadap Israel. Salah satu faktoryang mendorong UEA menetapkan kebijakan luar negeri ini adalahdampak perubahan struktural di Timur Tengah. Kontroversi mengikutikebijakan ini, dengan klaim pengkhianatan terhadap nasib Palestina di satusisi, dan argument perlindungan kepentingan nasional UEA dan stabilitasregional di sisi lain. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatifdengan pendekatan analisis deskriptif. Teori realisme struktural atauneorealisme, bersama dengan konsep Balance of Power digunakan sebagaidasar untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan luarnegeri UEA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan normalisasiUEA dipengaruhi oleh dinamika kompleks di Timur Tengah. Faktor utamatermasuk polarisasi di antara negara-negara kawasan, Trump Peace Plan2020, dan normalisasi hubungan Qatar-Iran pada tahun 2017. UEAberhasil menjaga keseimbangan antara kepentingan nasional, stabilitasregional, dan isu sensitif sepeti konflik Israel-Palestina.
Copyrights © 2023