Minilateralisme dan budaya strategis merupakan dua konsep dalam hubungan internasional yang memiliki kaitan erat dengan intelegensi dan kemampuan tata kelola risiko. Kedua aspek tersebut juga tengah mendapat perhatian besar dari Indonesia. Saat ini, prospek diplomasi Indonesia melalui forum-forum minilateral menjadi sangat diperhitungkan. Hal tersebut juga dibarengi dengan perhatian untuk mengembangkan suatu budaya strategis berdasarkan kejayaan kerajaan-kerajaan Nusantara di masa lampau, salah satunya Sriwijaya. Merespon urgensi tersebut, penulisan ini kemudian disusun mengikuti metode kajian pustaka dan analisis deskriptif, dimana rumusan masalahnya didasarkan pada dua pusaran telaah mengenai peziarahan kejayaan Sriwijaya dan pemilahan intisari yang relevan untuk menjadi budaya strategis terhadap prospek diplomasi saat ini. Menggunakan tiga aspek dalam kerangka identifikasi budaya strategis – fisik, politik, dan sosial budaya – penulisan ini ditutup dengan serangkaian rekomendasi. Beberapa outlook yang dibahas diantaranya: pentingnya peningkatan hosting capacity dari agensi diplomasi yang terlibat, pembangunan kerjasama minilateral berdasarkan similaritas latar dan tujuan, serta menentukan reverse-mandala dari Sriwijaya sebagai suatu demonstrasi akan konsep-konsep minilateralisme pada masanya.
Copyrights © 2023