Banjir telah berdampak signifikan pada Kabupaten Sikka dari tahun 2020 hingga 2022 akibat curah hujan ekstrem dan badai. Penelitian ini menggunakan metode berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG), termasuk pembobotan dan penilaian, untuk memetakan daerah yang rentan terhadap banjir dengan menggunakan indikator curah hujan, kemiringan, dan penggunaan lahan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa 11,45% dari total area tidak rentan terhadap banjir, 55,41% cukup rentan, dan 33,13% sangat rentan, terutama di daerah pesisir. Daerah yang sangat rentan mencakup Tana Wawo, Paga, Alok, Nelle, Alok Barat, Talibura, Mangapanda, Waigete, dan Wai Lama, yang membutuhkan perhatian segera untuk pengembangan strategi mitigasi banjir dan respons bencana; penelitian ini mengintegrasikan data OpenStreetMap untuk memvisualisasikan distribusi bangunan, meningkatkan akurasi perencanaan bencana banjir dan upaya mitigasi di Kabupaten Sikka
Copyrights © 2024