Penelitian ini mengeksplorasi peran penalaran moral dalam konteks pengaruh skema insentif terhadap perilaku whistleblowing. Whistleblowing, sebagai tindakan melaporkan pelanggaran etika atau hukum di tempat kerja, telah menjadi fokus perhatian dalam bidang etika bisnis dan manajemen. Skema insentif, termasuk insentif finansial dan non-finansial, telah diidentifikasi sebagai faktor yang mempengaruhi keputusan individu untuk melaporkan perilaku tidak etis. Namun, penting untuk memahami bahwa penalaran moral individu juga memainkan peran kunci dalam proses pengambilan keputusan whistleblowing. Penelitian ini mengevaluasi literatur terkait untuk mengungkap bagaimana penalaran moral memengaruhi hubungan antara skema insentif dan whistleblowing. Penelitian ini menemukan bahwa individu dengan penalaran moral yang tinggi cenderung lebih mungkin melaporkan pelanggaran, bahkan dalam ketiadaan insentif eksternal. Namun, insentif dapat memperkuat atau melemahkan dampak penalaran moral terhadap whistleblowing. Implikasi praktis dari kajian ini termasuk pentingnya organisasi dalam memperhatikan aspek penalaran moral dalam merancang skema insentif untuk mendorong perilaku whistleblowing yang etis dan bertanggung jawab.
Copyrights © 2024