Keraguan menyangkut pancaindra memang wajar tetapi ia tidak harus selalu diragukan. Dia memang tidak jarang kelirua palagi tidak semua objek dapat menjadi sasarannya. Kebenaran yang diperoleh secara mendalam berdasarkan proses penelitian dan penalaran logika ilmiah terhadap realitas objek dapat ditemukan dan diuji dengan pendekatan pragmatis, koresponden, koheren dan wahyu. Sementara untuk membahas hubungan antara Al-Qur’an dan ilmu pengetahuan bukan dengan melihat. Misalnya, adakah teori relativitas atau bahasan tentang angkasa luar, ilmu computer tercantum dalam Al-Qur’an, akan tetapi yang lebih utama adalah melihat adakah jiwa ayat-ayatnya menghalangi kemajuan ilmu pengetahuan atau sebaliknya, serta adakah satu ayat Al-Qur’an yang bertentangan dengan hasil penemuan ilmiah yang telah mapan.
Copyrights © 2023