Untuk mengembangkan potensi anak, peranan orang tua sangatlah penting, karena berhasil atau tidaknya pendidikan anak tergantung dari bagaimana perhatian orang tua terhadap anaknya dan pendidikan dalam keluarga merupakan tanggungjawab orang tua, karena itu orang tua hendaknya selalu menanamkan nilai-nilai yang baik sejak dini terhadap anak-anaknya sehingga anak-anak itu nantinya akan menjadi anak yang berguna bagi masyarakat, nusa dan bangsa serta agama sesuai dengan tujuan perkawinan dan pendidikan. Kenyataan yang masih terlihat dalam dunia poligami adalah ketika sang ayah melakukan poligami, sang ayah cenderung tidak menghiraukan pendapat anak, maka bisa saja akan berdampak negatif pada proses tumbuh kembangnya dan akan mengganggu emosi anak. Poligami tidak hanya berdampak pada psikologis anak akan tetapi bisa juga berpengaruh pada fisik dan minat belajarnya. Persoalan tersebut di atas juga terjadi di Desa Montong Terep Kecamatan Praya Kabupaten Lombok Tengah. Berangkat dari masalah-masalah yang banyak terjadi di tengah-tengah masyarakat dan menyangkut pendidikan dan masa depan anak-anak, baik dari segi perkembangan jasmani maupun rohani, pada khususnya yang menyangkut pendidikan, maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul, âDampak Poligami Terhadap Pendidikan Anak dalam Keluarga di Desa Montong Terep Kecamatan Praya Kabupaten Lombok Tengahâ.
Copyrights © 2012