Menjadi muslim sejati, beriman teguh, beramal sholeh, berakhlak mulia serta berguna bagi masyarakat, agama dan Negara (insan al-kamil) adalah tujuan yang dikehendaki dalam sebuah proses pendidikan. Tugas guru, selain mengajar dan membekali murid dengan pengetahuan harus menyiapkan mereka agar mandiri, mendisiplinkan moral, membimbing hasrat dan menanamkan kebajikan dalam jiwa mereka. Oleh sebab itu, guru agama bertanggungjawab dalam pembinaan sikap, mental, dan kepribadian anak didiknya. Guru agama harus mampu menanamkan nilai-nilai agama kepada setiap siswa dengan berbagai cara. Namun, tetapi tujuan itu tidak akan tercapai apabila tidak ada kerjasama dengan semua pihak terutama dengan sesama guru dan antara guru dengan orang tua siswa. Sebab pendidikan agama dapat terbina apabila adanya kesinambungan atau keterpaduan antara pembinaan orang tua di dalam keluarga, masyarakat dan guru di sekolah.
Copyrights © 2012