Salah satu parameter yang mempengaruhi kestabilan senyawa kimia dalam simplisia adalah pemilihan metode pengeringan. Penelitian ini bertujuan untuk meganalisis hubungan antara kadar flavonoid terhadap pengaruh cara pengeringan simplisia daun kelengkeng (Dimocarpus longan Lour). Pengujian dalam penelitian ini digunakan metode pengeringan sinar matahari, oven dan kering angin. Penentuan kadar flavonoid dianalisis dengan reagen AlCl3 dan pembanding kuersetin secara spektofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menujukkan bahwa kadar flavonoid pengeringan sinar matahari sebesar 6,234±0,1283 mgQE/gram, pengeringan oven sebesar 13,47±0,2520 mgQE/gram dan pengeringan kering angin sebesar 16,43±0,2303 mgQE/gram (p<0,05). Hal tersebut membuktikan bahwa terdapat perbedaan kadar flavonoid ekstrak etanol daun kelengkeng berdasarkan metode pengeringan yang berbeda, dan metode pengeringan kering angin yang memberikan hasil kadar flavonoid tertinggi.
Copyrights © 2024