Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tuturan ilokusi direktif beserta mode nonverbal atau gestur yang menyertainya yang dilakukan oleh penjual obat di Pasar Jumat Paokmotong. Pendekatan multimodalitas digunakan untuk menganalisis kajian tindak tutur dalam penelitian ini berdasar realitas. Ketika manusia bertutur, manusia sering kali menggunakan gestur-gestur tertentu yang mendukung ujarannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Data yang digunakan dibatasi pada tuturan direktif saja karena jenis tuturan ini yang dominan ditemukan. Data merupakan ujaran yang dituturkan oleh penjual obat di Pasar Jumat Paokmotong, Kabupaten Lombok Timur yang diperoleh dari rekaman aktivitas jual obat yang dalam video Youtube “Bukan Sulap Bukan Dukun!! Beginilah Aksi Penjual Obat di Pasar Paokmotong, Lombok Timur.” Tuturan yang telah ditranskripsi dianalisis menggunakan teori tindak tutur Searle (1969) dan teori fungsi gestur dari Mandal (2014). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ditemukan sepuluh tuturan yang mengandung tindakan tutur direktif yang terbagi menjadi tindakan memerintah, meminta tolong, dan menganjurkan. Tindak tutur direktif ini didukung oleh gestur yang memiliki fungsi-fungsi tertentu. Tuturan memerintah yang dilakukan penjual obat didukung oleh gestur kontradiksi, komplimen, aksentuasi, dan repetisi. Tuturan meminta tolong diikuti oleh subtsitusi dan komplimen, sementara tuturan anjuran didukung oleh gestur aksentuasi dan repetisi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap perkembangan kajian pragmatik dan multimodal dalam bahasa Sasak.
Copyrights © 2023