Sistem pendingin baik berupa pendingin ruangan, lemari pendingin, maupun pendingin udara mobil merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi kehidupan sekarang. Namun dalam penerapannya, pada sistem pendingin ini terdapat sebagian teknologi yang memanfaatkan gas kurang ramah lingkungan seperti chlorofluorocarbon (CFC) karena dapat mempengaruhi kondisi ozon bumi, untuk mengurangi penggunaan bahan berbahaya tersebut maka teknologi alternatif berupa perangkat termoelektrik dapat digunakan. Prinsip kerja perangkat ini dalam menghasilkan suhu dingin dilakukan dengan memberikan tegangan kerja dan arus kerja tertentu serta mempertahankan sisi panas termoelektrik dalam rentang suhu serendah mungkin. Sistem untuk menjaga temperatur sisi panas ini masih jarang diperhatikan, oleh karena itu pada penelitian ini diteliti metode pendinginan mana yang baik digunakan dalam mempertahan kestabilan suhu sisi panas termoelektrik. Penelitian dilakukan dengan tiga macam variasi metode, yaitu menggunakan heatsink, heatsink dan kipas, serta menggunakan waterblock. Hasil dari penelitian ini diperoleh bahwa sistem pendingin yang mampu menjaga kestabilan suhu pendinginan adalah waterblock dengan suhu terendah yang dicapai sebesar 6,3 °C.
Copyrights © 2019