Starcross Kendari mengalami penurunan jumlah penjualan di tahun 2022 oleh karena itu diperlukan analisis break even point untuk menghindari perusahaan mengalami kerugian serta penurunan laba. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan kuantitatif. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif yaitu menganalisis dan menjelaskan perhitungan dalam menentukan titik impas (break even point).Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa dari tahun 2021-2022 Starcross Kendari telah melewati titik impas. Analisis break even point di tahun 2022 dapat dijadikan pedoman dalam perencanaan laba di tahun 2023. Pada tahun 2023 Starcross Kendari menerapkan laba kaos sebesar 75%. Maka untuk mencapai target laba tersebut, Starcross Kendari harus mampu menjual kaos dengan penjualan sebesar Rp.2.969.505.996,7 atau dengan penjualan kaos sebanyak 15.795 buah.
Copyrights © 2023