Share : Social Work Journal
Vol 14, No 1 (2024): Share : Social Work Journal

GANGGUAN DISMORFIK TUBUH PADA REMAJA PEREMPUAN

Awalya, Keisya Putri (Unknown)
Taftazani, Budi Muhammad (Unknown)



Article Info

Publish Date
12 Aug 2024

Abstract

Remaja perempuan, terutama di masa pubertas, rentan terhadap kecemasan terkait penampilannya karena tekanan sosial dan standar kecantikan yang tidak realistis yang diperkuat oleh media. Penelitian ini menggunakan pendekatan literatur untuk mengumpulkan data terkait gangguan dismorfik tubuh, termasuk faktor risiko, pendekatan terapi yang telah berhasil, dan upaya pencegahan yang diusulkan. Gejala dismorfik tubuh mencakup tindakan verifikasi fisik berulang dan menghindari interaksi sosial. Gangguan ini dapat menyebabkan depresi, kecemasan, dan rendahnya harga diri, mengganggu perkembangan, sehingga secara keseluruhan dapat menurunkan kualitas hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gangguan dismorfik tubuh pada remaja perempuan dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk perubahan fisik signifikan selama remaja. Mereka juga rentan berperilaku destruktif, seperti menggunakan obat-obatan atau alkohol, sebagai cara mengatasi stres dan ketidakpuasan. Gangguan ini dapat ditangani dengan terapi non-farmakologis, terutama Cognitive-Behavioral Therapy (CBT). Terapi ini dapat dilengkapi dengan terapi farmakologis untuk mengurangi gejala gangguan dan mencegah komplikasi. Penyuluhan dan pendidikan tentang citra tubuh yang realistis serta kesehatan mental diperlukan di sekolah, termasuk melalui kampanye di media sosial. Kelompok dukungan sebaya, orang tua, dan pengajar dapat menjadi sumber dukungan penting dalam mencegah dan mengatasi gangguan ini.   Adolescent girls, especially during puberty, are vulnerable to anxiety related to their appearance due to social pressure and unrealistic beauty standards reinforced by the media. This study employs a literature review approach to gather data related to body dysmorphic disorder, including risk factors, successful therapeutic approaches, and proposed prevention efforts. Symptoms of body dysmorphic disorder include repetitive physical verification actions and avoidance of social interactions. This disorder can lead to depression, anxiety, and low self-esteem, impeding development and overall reducing the quality of life. The study's findings indicate that body dysmorphic disorder in adolescent girls is influenced by several factors, including significant physical changes during adolescence. They are also prone to destructive behaviors, such as using drugs or alcohol, as a way to cope with stress and dissatisfaction. This disorder can be treated with non-pharmacological therapy, particularly Cognitive-Behavioral Therapy (CBT). This therapy can be supplemented with pharmacological treatment to reduce BDD symptoms and prevent complications. Counseling and education about realistic body image and mental health are needed in schools, including through social media campaigns. Peer support groups, parents, and educators can be important sources of support in preventing and addressing this disorder.

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

SHARE

Publisher

Subject

Social Sciences

Description

Share Social Work Journal adalah jurnal yang memuat hasil-hasil penelitian lapangan dan atau pustaka mengenai isu-isu kesejahteraan sosial, di tingkat nasional, regional dan internasional. Share Social Work Journal adalah tempat publikasi yang tepat sebagai sumber referensi dan juga sebagai sumber ...