Sumur merupakan sumber utama penyediaan air bersih bagi penduduk, baik di perkotaan maupun dipedesaan. Sumur bor adalah jenis sumur yang dibuat dengan menggunakan mesin bor untuk mengakses air yang terdapat di dalam lapisan bawah tanah. Sumur bor digunakan untuk memperoleh pasokan air bersih, terutama di daerah yang sulit mendapatkan air permukaan atau air tanah dangkal. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh kondisi fisik sumur bor terhadap parameter fisik air bersih di Rumah Sakit Umum Universitas Muhammadiyah Malang. Desain penelitian menggunakan metode analitik kuantitatif. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan total sampling. Hasil penelitian dari sampel sumur bor. Sumur Bor Baru Gedung Utama dengan resiko tinggi sebanyak 4 (57,7%) tidak memenuhi syarat dan 3 (42,9%) memenuhi syarat, Sumur Bor lama Gedung Utama dengan resiko tinggi (sebanyak 4 (57,7%) tidak memenuhi syarat dan 3 (42,9%) memenuhi syarat, Sumur Bor Gedung infeksius resiko sedang sebanyak sebanyak 3 (42,9%) tidak memenuhi syarat dan 4 (57,1%) memenuhi syarat, sumur bor gedung laundry resiko rendah sebanyak sebanyak 2 (28,6%) tidak memenuhi syarat dan 5 (71,4%) memenuhi syarat memenuhi syarat kondisi fisik sumur bor. Hasil analisis statistik dengan T-test menunjukkan nilai F sebesar 49,000 dengan nilai signifikan sebesar 0,006 < 0,05. Bagi rumah sakit agar menjaga kualitas air bersih parameter fisik dengan menutup bak penampung agar tidak berpotensi terjadi pencemaran, melakukan pengurasan pada bak penampung secara rutin, membersihkan lumut atau karat pada bak penampung secara berkala dan pemberian desinfektan pada bak penampung.
Copyrights © 2024