Latar belakang: Saat melakukan perawatan, dokter gigi membutuhkan ketelitian di area perawatan yang relatif kecil, yaitudaerah mulut. Gangguan musculoskeletal sering terjadi akibat posisi tubuh sewaktu bekerja kurang ergonomis dan terjadi dalamwaktu yang lama serta berulang. Pekerjaan mahasiswa profesi kedokteran gigi dilakukan dengan posisi tubuh yang statis dankaku pada saat melakukan perawatan di dental unit. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh posisi kerja pada Mahasiswa Profesiterhadap terjadinya Musculoskeletal Disorders pada saat melakukan perawatan di Rumah Sakit Universitas Brawijaya. Metode:Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan studi cross sectional dengan menggunakan tabelNBM, TVP dan REBA yang dilakukan pada 73 mahasiswa profesi. Pada tabel NBM di dapat hasil data NBM bahwa semua respondenmasuk dalam kriteria keluhan MSDs yang rendah. Hasil : Untuk data TVP diperoleh data bahwa tidak ada responden masukdalam kritria tidak cukup, sebanyak 6 responden (8,2%) masuk dalam kriteria cukup, sebanyak 57 responden (78.1%) masukdalam kriteria baik dan sebanyak 10 responden (13.7%) masuk dalam kriteria sangat baik. Sedangkan untuk REBA didapatkandata sebanyak 10 responden (13,7%) masuk dalam kriteria diabaikan, sebanyak 20 responden (27.4%) masuk dalam kriteriaresiko rendah, sebanyak 40 responden (54.8%) masuk dalam kriteria resiko menengah, sebanyak 3 responden masuk dalamkriteria resiko tinggi dan tidak ada responden yang masuk dalam kriteria resiko sangat tinggi. Kesimpulan: Hal ini memberikanarti bahwa terdapat hubungan posisi kerja baik TVP dan REBA terhadap keluhan MSDs menggunakan skor NBM. Dan dapatdisimpulkan bahwa semakin tinggi resiko REBA dan TVP maka skor keluhan MSDs juga akan semakin tinggi.
Copyrights © 2023