Penelitian ini mengeksplorasi gagasan William A. Graham dan Earle H. Waugh dalam menganalisis teks suci al-Qur'an dan kenabian. William A. Graham menekankan peran al-Qur'an sebagai teks keagamaan yang otoritatif, terutama yang disampaikan secara lisan, dan pengaruhnya terhadap sastra dan percakapan sehari-hari. Di sisi lain, Waugh berfokus pada Nabi Muhammad sebagai figur paradigmatik dan pembawa wahyu. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan, yang menggabungkan penelitian dari buku, jurnal, dan referensi digital lainnya. Temuan dari penelitian ini mengungkapkanbahwa al-Qur'an dan kenabian adalah dua konsep yang saling bergantung, dengan signifikansi al-Qur'an yang berasal dari transmisi lisan dan sifatnya yang otoritatif dan Nabi Muhammad dipandang sebagai sosok yang membawa al-Qur'an. Wawasan ini memiliki implikasi praktis untuk memahami al-Qur'an dan kenabian dalam studi agama, dengan menyoroti nilai mempertimbangkan teks dan asal-usul kenabian. William dan Earle menggunakan pendekatan historis sebagai alat analisis untuk menyelesaikan konflik dan menghindari masalah politik dan agama yang kompleks. William dan Earle juga menganggap bahwa Muhammad adalah sosok paradigmatik dan pembawa wahyu yang ekspresif secara teologis.
Copyrights © 2024