Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kendala pelaksanaan rukyatul hilal melalui parameter Meteorologi yang dilakukan di Menara Pengamatan Teratai Purwokerto. Parameter meteorologi mengacu pada kondisi suhu udara, tekanan udara, kelembaban udara, awan, dan curah hujan. Parameter yang disampaikan oleh Sultan, Klastner, dan Mikhael menyebutkan hubungan visibilitas hilal dengan parameter Meteorologi. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penggalian data dilakukan dengan cara observasi di lapangan untuk memastikan hambatan rukyatul hilal dalam parameter Meteorologi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kontribusi parameter Meteorologi secara langsung maupun tidak langsung dapat menghambat pelaksanaan rukyatul hilal dengan tolok ukur visibilitas (jarak pandang). Parameter yang berkontribusi langsung adalah awan dan curah hujan. Selain kondisi awan di horizon pengamat, jenis awan turunan berupa kabut turut berkontribusi mengurangi jarak pandang. Parameter tidak langsungnya adalah suhu udara, tekanan udara, dan kelembaban udara. Hal ini mengkonfirmasi parameter Sultan dalam hal: (1) hamburan cahaya di atmosfer; (2) kecerahan latar langit senja; (3) kondisi atmosfer; dan (4) pengaruh aerosol. Yang dimaksud dengan kondisi atmosfer adalah terjadinya berbagai fenomena meteorologi seperti suhu, tekanan udara, kelembaban udara, perubahan awan, curah hujan, dan partikel aerosol. Hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar untuk lebih memperhatikan faktor Meteorologi dalam perencanaan pelaksanaan rukyatul hilal pada masa yang akan datang. Dengan demikian, diharapkan pelaksanaan rukyatul hilal dapat terlaksana dengan lebih efektif dan akurat.
Copyrights © 2024