Kayu merupakan salah satu bahan alam yang memiliki peranan penting dalam berbagai sektor, termasuk konstruksi. Berat jenis kayu adalah ukuran dari kerapatan atau massa jenis kayu tersebut. Dalam konteks penelitian ini, berat jenis kayu merupakan parameter penting yang dapat memberikan informasi tentang kekuatan dan keawetan kayu. Modulus elastisitas, di sisi lain, mengukur kekakuan kayu dan kemampuannya untuk menahan gaya atau tekanan. Informasi ini sangat diperlukan dalam perencanaan desain struktural, khususnya dalam pemilihan kayu yang tepat untuk aplikasi tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berat jenis dan modulus elastisitas jenis kayu yang diperdagangkan di Provinsi Gorontalo. Berdasarkan pengujian secara fisis melalui pengukuran kadar air selanjutnya diperoleh berat jenis kayu dan modulus elastisitas maka dihasilkan kode mutu dari masing-masing kayu yang diuji yaitu: kayu cempaka = E9, kayu albasia=E10, kayu mahoni = E10, kayu jati merah=E12, kayu lea=E13, kayu deu=E10, kayu lasi = E13, kayu latung=E7, kayu jati putih = E19 dan kayu agatis = E9. Berdasarkan kelas kuat kayu (PKKI, 1961) dari masing-masing kayu yang diuji yaitu : kayu cempaka = III, kayu albasia=III, kayu mahoni = III, kayu jati merah=II, kayu lea=I, kayu deu=III, kayu lasi = I kayu latung=IV, kayu jati putih = III dan kayu agatis = III.
Copyrights © 2023