Beberapa tahun terakhir, isu tentang merawat moderasi beragama di Papua mencuat. Isu ini menjadi tantangan tersendiri bagi segenap insan yang hidup di tanah Papua. Fokus artikel ini menawarkan konsep dan praktik merawat moderasi beragama di Papua, serta mengupayakan dialog interreligius. Dengan mengacu pada pemikiran Armada Riyanto, artikel ini berusaha memberikan wawasan yang mendalam tentang cara-cara membangun moderasi beragama dan mengembangkan dialog antaragama yang inklusif. Penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif berupa studi atas berbagai literatur ilmiah yang sesuai dengan diskursus ini. Artikel ini menemukan bahwa edukasi tentang nilai-nilai kebajikan, upaya-upaya untuk saling menghormati keyakinan dan praktik keagamaan, dapat tercapai di dalam dan melalui suatu komunitas beriman dialogal yang kolaboratif melalui diskusi-diskusi publik yang berkelanjutan di antara para pemimpin agama dan umat menjadi suatu pendekatan yang tepat untuk merawat harmoni dan toleransi dalam masyarakat multikultural di Papua.
Copyrights © 2024