Jerawat merupakan penyakit kulit yang umum terjadi pada remaja dan dewasa. Jerawat dewasa dapat berupa jerawat persisten (jerawat dari sejak remaja) atau onset (jerawat muncul >25 tahun). Prevalensi jerawat dewasa paling banyak terjadi pada wanita dibandingkan laki-laki. Peningkatan produksi sebum menjadi salah satu faktor terjadinya jerawat. Spironolakton sebagai obat anti-adrenergik memiliki efek antagonis reseptor androgen dengan mekanisme inhibisi reseptor androgen secara kompetitif dengan dihidrotestosteron untuk menurunkan produksi sebum. Penggunaan spironolakton untuk jerawat masih tergolong obat off-label. Obat off-label merupakan obat yang digunakan untuk pengobatan gejala klinis tetapi tidak sesuai dengan informasi obat yang disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) atau Badan POM. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas dan rentang dosis bagi spironolakton untuk terapi jerawat pada pasien Wanita dewasa. Artikel ini berupa kajian naratif dengan menggunakan database SpringerLink, PubMed dan ScienceDirect dengan kata kunci spironolactone dan acne dari 2013-2023. Hasilnya, beberapa penelitian menunjukkan bahwa spironolakton efektif dan dapat memberikan perbaikan klinis pada jerawat dengan pemberian dosis rendah (50-100 mg/hari). Pematauan serum kalium juga diperlukan untuk menjegah terjadinya efek samping hiperkalemia.
Copyrights © 2023