Penyakit gangguan pencernaan merupakan salah satu penyakit yang umum dialami oleh masyarakat terutama di Indonesia penyakit gastritis mencapai 40,8% sedangkan diare di negara berkembang dapat menyebabkan 1,5 juta kematian. Dengan demikian, pasien gangguan pencernaan semakin meningkat yang menimbulkan akan banyaknya obat yang diresepkan dan potensi interaksi obat akan meningkat. Interaksi obat dapat menyebabkan berkurangnya efek klinis dari salah satu obat atau dapat menurunkan efek toksik pada salah satu obat, sehingga interaksi obat dapat mempengaruhi keefektivitasan obat dalam penyembuhan pasien. Oleh karena itu dilakukan identifikasi potensi interaksi obat untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dengan memilih resep pada pasien gangguan pencernaan secara acak lalu menentukan interaksi obat yang terjadi melalu website drugs.com dan Medscape. Hasil yang didapat dari 60 resep yang diambil secara acak didapat 29 interaksi antar obat diantaranya yaitu interaksi moderate 62,06% dan minor 37,93%.Kata kunci: Gangguan Pencernaan, Apotek, Interaksi ObatÂ
Copyrights © 2023