Masalah kesehatan anak Indonesia sudah menjadi prioritas diperhatikan demi menghadirkan solusi yang tepat. Salah satu bentuk permasalahan di bidang kesehatan yang mengganggu para generasi saat ini yakni masalah gizi buruk atau lebih dikenal dengan keadaan stunting. Stunting merupakan gangguan pada pertumbuhan maupun perkembangan yang dialami anak sebagai akibat kekurangan gizi kronis sehingga menyebabkan tinggi badan berada di bawah standar. Terganggu kesehatan anak maka akan berdampak pada hasil belajar yang menurun. Seperti halnya di Provinsi Kalimantan Selatan, di mana sesuai data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) pada 2022 prevalensi stunting di provinsi ini 24,60%. Hal ini masih melebihi angka prevalensi nasional di angka 21,6%. Oleh karena itu, formulasi kebijakan penangan stunting yang didasarkan pada pemanfaatan hasil-hasil pertanian seharusnya menjadi alternatif dalam membantu menurunkan angka prevelensi di Kalimantan Selatan menjadi penting untuk dilakukan. Metode penelitian yang diterapkan dalam studi ini didasarkan sepenuhnya pada analisis mendalam terhadap berbagai penelitian terdahulu yang relevan dengan topik yang diteliti. Adapun hasil formulasi potensi kebijakan pertanian dalam pencegahan stunting di Provinsi Kalimantan Selatan dapat dilakukan dengan beberapa langkah yaitu diversifikasi pertanian, peningkatan aksesibilitas, pengembangan pertanian berkelanjutan, pendidikan gizi, pengembangan infrastruktur, penggunaan teknologi pertanian, pengembangan industri pangan olahan, program subsidi dan insentif, kolaborasi antar sektor, pemantauan dan evaluasi.
Copyrights © 2023