Dismenorea primer akan memuncak saat remaja beranjak umur dua puluhan awal. Dismenorea primer adalah salah satu gangguan ginekologi yang mengacu pada nyeri kram pada perut bagian bawah sebelum atau saat menstruasi tanpa adanya patologi. Aktivitas fisik yang tergolong rendah akan memicu produksi hormon prostaglandin yang merupakan penyebab timbulnya nyeri saat menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan intensitas nyeri dismenorea primer pada mahasiswi fisioterapi Universitas Dhyana Pura. Metode penelitian menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional tipe korelasional. Sampel penelitian adalah 40 orang mahasiswi Jurusan Fisioterapi Universitas Dhyana Pura. Data penelitian adalah data primer yang berupa kuesioner. Pengukuran intensitas nyeri menggunakan Numerical Pain Rating Scale (NPRS) dan pengukuran tingkat aktivitas fisik menggunakan International Physical Activity Questionnaire Short Form (IPAQSF) versi Bahasa Indonesia. Hasil uji korelasi Kendall Tau-b menunjukkan nilai p = 0,109 (p > 0,05) dengan nilai koefisiensi korelasi negatif yang berarti berlawanan arah sehingga jika nilai aktivitas fisik semakin meningkat maka nilai intensitas nyeri akan menurun. Maka dapat disimpulkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara aktivitas fisik dengan intensitas nyeri dismenorea primer pada mahasiswi fisioterapi Universitas Dhyana Pura.
Copyrights © 2024