Seiring pertambahan usia maka akan terjadinya penurunan dari system kardiovaskuler yang dapat menyebabakan terjadinya hipetensi pada usia lanjut. DIY menepati urutan ke-12 sebagai provinsi dengan kasus hipertensi terbanyak Di Indonesia. Salah satu upaya untuk penanganan hipertensi dapat dilakukan dengan terapi nonfarmakologi, seperti terapi swedish back massage dan latihan fisik brisk walking exercise. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan swedish back massage dan brisk walking exercise terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Desain penelitian menggunakan quasi eksperimental pre and post test two group design, teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Sampel penelitian lansia yang berusia ≥45 tahun dengan jumlah sampel 26 orang yang terdiri dari 13 orang kelompok I dan 13 orang kelompok II. Kedua intervensi dilakukan selama 3 kali seminggu selama 2 minggu. Pengukuran tekanan darah menggunakan sphygmomanometer jarum. Analisa data menggunakan uji independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan uji independent sample t-test nilai tekanan darah setelah diberikan perlakuan pada kelompok I dan II adalah 0,084 dan 0,418 (p>0,05), artinya tidak ada perbedaan swedish back massage dan brisk walking exercise terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Pada penelitian ini tidak ada perbedaan swedish back massage dan brisk walking exercise terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi.
Copyrights © 2024