Abstrak Dalam diskursus sejarah penafsiran al-Qur’an di Indonesia, nama Mahmud Yunus muncul sebagai salah satu mufasir awal yang cukup berani mengambil model tafsir rasional sebagaimana yang ditempuh oleh Muhammad Abduh, seorang mufasir berkebangsaan Mesir. Seperti pada umumnya, tafsir rasional berusaha menjelaskan ayat al-Qur’an dengan mengedepankan pijakan logika berfikir yang metodis. Sayangnya, tidak sedikit model penafsiran dengan pijakan logika tersebut kemudian berubah menjadi upaya merasionalisasi ayat-ayat al-Qur’an. Kajian ini bertujuan untuk melihat bagaimana upaya rasionalisasi Mahmud Yunus dalam membedah ayat-ayat al-Qur’an. Kajian ini menggunakan desain kualitatif dengan metode deskriptif analisis. Adapun sumber data dari kajian ini adalah dengan mengambilnya dari kitab tafsir Quran Karim karya Mahmud Yunus beserta dengan kitab tafsir lain. Hasil Kajian menunjukkan bahwa Mahmud Yunus dalam menafsirkan ayat-ayat al-Qur’an sangat berpijak pada akal sehingga seringkali terlihat melakukan upaya rasionalisasi terutama jika berhadapan dengan ayat-ayat supranatural. Ayat-ayat yang tampaknya irasional dijelaskannya secara rasional. Kata Kunci: Ayat-ayat Supranatural, Rasionalisasi, Mahmud Yunus
Copyrights © 2023