Salah satu proses yang terjadi pada stasiun klarifikasi yaitu pemisahan sludge dari minyak mentah sawit (CPO) dengan menggunakan sludge centrifuge. Sifat fisika CPO pada temperatur ruang yaitu semi-solid. Hal ini disebabkan adanya komposisi kimia yang seimbang antara ikatan tunggal dan rangkap. Perlu ada pengaturan temperatur agar wujud CPO menjadi likuid sehingga pemisahan sludge dari CPO menjadi optimal. Produk disebut final effluent dihasilkan berdasarkan prinsip kerja gaya sentrifugal pada mesin tersebut. Pemisahan yang tidak sempurna mengakibatkan nilai kehilangan CPO (oil loss) pada final effluent berada diluar standar pabrik yang ditetapkan. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh temperatur terhadap kehilangan minyak pada final effluent dan menentukan temperatur optimum untuk menjaga oil loss dari sludge. Penelitian menggunakan metode observasi dan data yang dikumpulkan adalah data temperatur, data O/WM, data O/DM, oil loss. Pengolahan data, (1) Menghitung korelasi antara temperatur dengan besarnya oil loss terhadap O/WM dan O/DM final effluent, (2) menghitung nilai temperature yang menghasilkan oil loss tidak melebihi rentang standar. Hasil penelitian menunjukkan terjadi kecenderungan bahwa temperatur memengaruhi oil loss yang dihasilkan pada setiap sampel yang diambil pada kondisi temperatur berbeda-beda. Besarnya pengaruh kontribusi temperatur pada oil loss yaitu sebesar 65,65% terhadap O/WM dan 75,80% terhadap O/DM final effluent. Untuk menghasilkan oil loss minmal dan sesuai standar pabrik, ditemukan bahwa penjagaan temperatur sebesar 900 C – 940 C penting dilakukan.
Copyrights © 2024