Saat kegiatan pembibitan, salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah penyakit yang menyerang bibit tersebut. Penyakit yang paling umum adalah Curvularia sp, infeksi Curvularia sp dapat menyebabkan kematian pada bibit kelapa sawit apabila tidak dikendalikan dengan baik. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi penyebab penyakit bercak daun kelapa sawit, menduga inang alternatif potensialnya di sekitar pembibitan dan menyelidiki kejadian penyakit bercak daun di pembibitan kelapa sawit mengetahui frekuensi maupun intensitas serangan penyakit bercak daun pada areal pembibitan terutama pada tahap pre nursery dan main nursery. Lokasi penelitian ini berlokasi di PT. Kresna Duta Agroindo unit Pelakar Estate. Penelitian ini menggunakan metode observasi dan investigasi langsung, mengumpulkan berbagai data primer dan sekunder yang diperlukan, kemudian diolah dan diinterpretasikan dalam bentuk tabel komputasi dan deskripsi naratif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyakit bercak daun kelapa sawit disebabkan oleh cendawan Curvularia sp. Penyakit ini juga ditemukan pada tanaman inang yaitu gulma yang tumbuh di sekitar bibit (Digitaria sp., Echinochloa colona, Eleusine indica, dan Axonopus compressus). Selain itu pencetus penyakit bercak daun disebabkan oleh kegiatan kultur teknis dan faktor cuaca di sekitar pembibitan. Hasil ini juga menunjukkan setiap perbedaan umur tanaman kelapa sawit memiliki tingkat intensitas serangan yang berbeda. Frekuensi serangan Curvularia sp. Pada pembibitan Pelakar Estate rata-rata frekuensi serangan Culvularia sp sebesar 52,6% dan rata-rata intensitas serangan sebesar 21,8% termasuk dalam kategori serangan ringan.
Copyrights © 2024