Kacang Nagara dibudidayakan pada lahan rawa lebak Kalimantan Selatan, terutama di Kecamatan Daha Utara dan Kecamatan Daha Selatan. Penanaman dilakukan pada saat air surut bulan Juni hingga September. Mengingat hingga sampai saat ini petani menggunakan benih produksi sendiri, tentunya muncul permasalahan utama yaitu mutu benih semakin menurun. Benih bermutu dapat mengalami penurunan kualitas akibat penyimpanan kurang tepat atau benih telah melewati masa simpan. Penurunan mutu pada benih dapat diatasi melalui biopriming. Biopriming merupakan inkubasi larutan perlakuan pada benih menggunakan mikroorganisme dipadukan bahan organik. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh biopriming larutan taoge dan Trichoderma spp. terhadap viabilitas dan vigor benih kacang Nagara. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan 2 faktor dan 3 kali ulangan sehingga terdapat 36 satuan percobaan. Faktor pertama terdiri dari konsentrasi larutan taoge (k) dengan 4 taraf yaitu akuades (k0), larutan taoge 5% (k1), larutan taoge 10% (k2), dan larutan taoge 15% (k3). Faktor kedua yaitu jenis Trichoderma (t) dengan 3 taraf terdiri dari tanpa Trichoderma (t0), T. harzianum (t1), dan T. viride (t2). Metode UKDdp (Uji Kertas Digulung dalam plastik) dengan setiap gulungan berisi 50 benih kacang Nagara varietas Padi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biopriming larutan taoge dan Trichoderma spp. berpengaruh nyata terhadap variabel daya berkecambah benih kacang Nagara lewat masa simpan, akan tetapi pada variabel potensi tumbuh maksimum, indeks vigor, keserempakan tumbuh dan kecepatan tumbuh hanya faktor tunggal yang berpengaruh. Peningkatan tertinggi pada setiap variabel yaitu perlakuan larutan taoge 10% dan T. harzianum (k2t1).
Copyrights © 2024