Gangguan muskuloskeletal merupakan tantangan signifikan dalam kesehatan dan keselamatan kerja bagi profesional kesehatan, khususnya perawat, yang berdampak pada kesejahteraan fisik mereka serta kualitas pelayanan yang mereka berikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara beban kerja mental dan keluhan muskuloskeletal paada perawat di Rumah Sakit Panti Waluya Sawahan, Malang. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 108 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Nordic Body Map (NBM) dan NASA-TLX yang kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman’s Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 49 responden (45,4%) merasakan beban kerja tinggi dan 60 responden (55,6%) melaporkan tingkat keluhan muskuloskeletal sedang, terutama di area punggung. Terdapat hubungan antara dua variabel dengan nilai p 0,000 (<0,05) dan nilai r 0,473 di mana semakin tinggi beban kerja, semakin tinggi keluhan muskuloskeletal yang dirasakan. Oleh karena itu, saat menjalankan pekerjaan, perawat harus menjaga daya tahan dan meningkatkan pengetahuan mereka tentang prinsip ergonomi.
Copyrights © 2024