Dampak dari serangan stroke pada status fungsional yang menyebabkan ketidakmampuan merawat diri sendiri akibat kelemahan anggota gerak serta dapat menurunkan kemampuan pasien untuk bertahan hidup. Kemandirian Activity Daily Living perlu ditingkatkan agar penderita mampu beradaptasi dengan penyakitnya dan memiliki kualitas hidup yang baik dapat tercapai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat kemandirian Activity Daily Living dengan kualitas hidup pasien pasca stroke. Jenis dan desain penelitian ini adalah penelitian kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sample menggunakan purposive sampling dengan jumlah sample sebanyak 132 responden. Instrumen penelitian untuk mengukur tingkat kemandirian adalah Indeks Barthel sedangkan kualitas hidup menggunakan kuisioner WHOQOL-BREF dengan analisa data yang digunakan adalah univariat dan bivariat Spearman Rank. Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar tingkat kemandirian ADL responden termasuk kedalam kategori mandiri dan mayoritas memiliki kualitas hidup pada kategori baik. Berdasarkan karakteristik responden mayoritas berusia 61-70 tahun, jenis kelamin laki-laki, pendidikan SMA, dan tidak bekerja. Setelah dilakukan analisa hubungan antara kedua variabel ditemukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kemandirian Activity Daily Living dengan kualitas hidup pasien pasca stroke di Poliklinik Saraf. Bagi pasien pasca stroke diharapkan untuk senantiasa meningkatkan kemandirian ADL agar kualitas hidup menjadi lebih baik.
Copyrights © 2024